search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Rakernis 2025: Kodam IX/Udayana Tingkatkan Efisiensi Intelijen dan Keamanan Siber
Rabu, 26 Februari 2025, 22:58 WITA Follow
image

Rakernis 2025: Kodam IX/Udayana Tingkatkan Efisiensi Intelijen dan Keamanan Siber

IKUTI BERITAJEMBRANA.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITAJEMBRANA.COM, JEMBRANA.

Kodam IX/Udayana menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Intelijen Tahun Anggaran 2025 di Aula Jeron Simangunsong Deninteldam IX/Udayana, Kuta, pada Rabu (26/2/2025).

Acara ini dibuka oleh Asisten Intelijen Kasdam IX/Udayana, Kolonel Inf Oki Andriansyah, dan dihadiri oleh pejabat intelijen, penerangan, serta sandi, baik secara langsung maupun virtual.

Dalam sambutannya, Kolonel Inf Oki Andriansyah menekankan pentingnya efisiensi anggaran serta pelaksanaan program kerja yang lebih efektif.

Rakernis ini menjadi ajang komunikasi dan evaluasi guna meningkatkan kinerja di bidang intelijen, sandi, siber, dan penerangan.

“Rakernis ini bertujuan untuk menyamakan pola pikir, sikap, dan tindakan aparat intelijen dalam menjalankan tugas, meningkatkan kemampuan satuan secara optimal, serta mendukung kebijakan Pangdam IX/Udayana di bidang intelijen,” ujar Kolonel Inf Oki Andriansyah.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Agung Udayana, S.E., M.M., M.Hi., dalam paparannya mengungkapkan bahwa kebijakan penerangan tahun 2025 akan berfokus pada peningkatan kapabilitas intelijen, sandi, siber, serta penerangan.

Baca juga:
5 Obat Herbal Terbaik untuk Mempercepat Penyembuhan Luka

Hal ini dilakukan guna mendukung pelaksanaan tugas Kodam IX/Udayana sesuai dengan arahan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

Kapendam IX/Udayana juga menyoroti pentingnya koordinasi antara intelijen dan penerangan dalam meningkatkan interoperabilitas di lingkungan TNI AD.

Pemanfaatan teknologi dalam pengamanan informasi diharapkan dapat menekan risiko pelanggaran serta memperkuat diplomasi militer yang mendukung kebijakan luar negeri Indonesia.

“Sinergi intelijen, sandi, siber, dan penerangan menjadi kunci utama dalam kebijakan ini. Satuan penerangan bertugas mengumpulkan data, merumuskan konten, dan menyebarkannya melalui berbagai platform media.

Sementara intelijen menganalisis informasi, membentuk opini, serta mengevaluasi situasi, dan sandi-siber berfokus pada pemantauan serta penegakan hukum siber,” jelasnya.

Sebagai bagian dari optimalisasi peran penerangan, Kapendam IX/Udayana menegaskan bahwa publikasi kegiatan harus dikendalikan melalui sistem laporan yang ketat guna memastikan informasi tetap bernilai strategis. Kecepatan dalam publikasi juga menjadi perhatian utama agar informasi yang disampaikan tetap relevan.

Selain itu, komunikasi inklusif menjadi salah satu fokus utama dalam Rakernis ini. Kapendam IX/Udayana menekankan pentingnya koordinasi antara Pendam, Penrem, dan Pendim agar tidak berjalan secara terpisah.

Sinergi dengan media, wartawan, dan masyarakat juga terus diperkuat guna memperluas jangkauan informasi serta meningkatkan citra positif TNI AD.

Editor: Aka Kresia

Reporter: Tim Liputan

Banner

Iklan Sponsor



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritajembrana.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Jembrana.
Ikuti kami