Optimisme Konsumen di Bali Meningkat, Indeks Ekspektasi Konsumen Naik 5,8%
GOOGLE NEWS
BERITAJEMBRANA.COM, JEMBRANA.
Optimisme konsumen di Bali tetap kokoh memasuki awal tahun 2025, sebagaimana tercermin dalam peningkatan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).
Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia Provinsi Bali, IEK pada Januari 2025 tercatat meningkat sebesar 5,8% (mtm) menjadi 154,8.
Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya ekspektasi terhadap sektor lapangan kerja dan pendapatan masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, mengungkapkan bahwa optimisme konsumen terus menguat seiring dengan prospek ekonomi yang positif.
Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja mengalami lonjakan signifikan sebesar 10,1% (mtm) menjadi 158,0, yang mencerminkan meningkatnya peluang kerja di Bali.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Penghasilan juga tumbuh 6,1% (mtm) menjadi 157,5, menunjukkan harapan masyarakat terhadap peningkatan pendapatan dalam enam bulan ke depan.
Selain itu, Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha turut mengalami kenaikan sebesar 1,4% (mtm) menjadi 149,0.
Peningkatan ini menunjukkan keyakinan masyarakat bahwa aktivitas ekonomi akan semakin membaik, didukung oleh berbagai faktor seperti pertumbuhan sektor pariwisata, investasi, serta stabilitas inflasi yang terjaga pada level 2,41% (yoy) di Januari 2025.
Secara lebih luas, optimisme konsumen di Bali sejalan dengan pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang naik 3,9% (mtm) dari 139,5 menjadi 144,9. Hal ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap prospek ekonomi yang lebih cerah.
Sementara itu, di tingkat nasional, IKK tercatat stabil di angka 127,2, meskipun mengalami sedikit penurunan dari bulan sebelumnya.
Erwin menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga di Bali guna mempertahankan daya beli masyarakat.
Dengan sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, optimisme ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Bali.
"Kenaikan IEK yang didorong oleh sektor lapangan kerja dan pendapatan mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap perbaikan ekonomi. Kami akan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan mendukung kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif," ujar Erwin.
Momentum positif yang terjadi pada awal tahun ini menjadi indikasi kuat bahwa perekonomian Bali akan terus bertumbuh, dengan prospek cerah dalam enam bulan mendatang.
Editor: Aka Kresia
Reporter: Tim Liputan