Tradisi Mesunat di Desa Pengambengan, Perpaduan Bali-Bugis - Beritajembrana.com

About Jembrana

Tradisi Mesunat di Desa Pengambengan, Perpaduan Bali-Bugis

Selasa, 14 September 2021 | 22:10 WITA
Tradisi Mesunat di Desa Pengambengan, Perpaduan Bali-Bugis

beritabali/ist/Menengok tradisi "Mesunat" atau khitanan ala warga muslim di Pengambengan.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritajembrana.com, Negara.
Salah satu tradisi yang berada di Bali Barat masih, yang tidak bisa lekang oleh waktu untuk mempertahankan kearifan lokal turun temurun dari generasi ke generasi yaitu budaya khitanan. Dimana masyarakat Bali Barat di Desa Pengambengan masih memegang teguh tradisi ini.
Tradisi dari turun temurun tersebut dikuatkan oleh Pak Ali tokoh tua mengatakan, khitan atau bahasa kampung yang biasa disebutkan dengan kata "mesunat" ternyata mempunyai akar nilai budaya adat yang sangat lestari. Dengan sajian khas budaya Bali. 
"Saat anak di khitan (mesunat) disitu ada nilai religius yang terpapar. Orang tua yang akan  mengkhitanan anaknya harus menentukan hari baik. Bahkan secara garis turun tetap meminta ijin kepada Puri Jembrana, bahkan di hari H segala upakarapun harus disiapkan," ungkap Pak Ali.
"Mulai dari upah-upah lengkap seperti ada nasi kepal, telur rebus, air, sayur kelor, dan sayur terong yang kecil-kecil berbentuk bulat. Sajian ini di taruh dalam bentuk daun yang tekorkan. Tidak hanya itu budaya kental Bugis disatukan dalam sajian tersebut," imbuh Pak Ali. 
Halaman :

TAGS :


Beritabuleleng.com - Media Online Buleleng Bali Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Buleleng, Bali, Nasional dan Dunia.



About bali Lainnya :


Berita Lainnya