search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Bibit Kerbau Super untuk Makepung di Jembrana Sulit Didapat, Perlu ada Perbup
Senin, 12 Juni 2023, 17:00 WITA Follow
image

beritabali/ist/Bibit Kerbau Super untuk Makepung di Jembrana Sulit Didapat, Perlu ada Perbup.

IKUTI BERITAJEMBRANA.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITAJEMBRANA.COM, JEMBRANA.

Beberapa faktor menjadi penyebab sulitnya pembibitan kerbau pacu di Kabupaten Jembrana. Salah satunya adalah belum adanya aturan terkait pembibitan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jembrana Nomor 4 Tahun 2020 yang mengatur perlindungan dan pelestarian ternak kerbau. 

Oleh karena itu, ke depannya diperlukan pembentukan Peraturan Bupati (Perbup) yang khusus mengatur pembibitan. Dalam Perbup tersebut, peningkatan populasi kerbau bisa ditekankan, misalnya dengan menggunakan metode kawin suntik.

Kepala Bidang Peternakan, I Gede Putu Kasthama, menjelaskan bahwa saat ini sulitnya mendapatkan bibit kerbau super untuk makepung di Jembrana disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kurangnya aturan mengenai pembibitan. Selain itu, banyak kerbau jantan yang ditujukan untuk makepung juga telah dikebiri.

"Guna memperhatikan aspek pembibitan, saat ini Perda masih hanya berkaitan dengan pelestarian, belum membahas pembibitan. Kami telah membahas hal ini dengan pihak terkait, dan kami akan mendorong pembentukan Perbup di masa depan," jelas Gede Kasthama saat dikonfirmasi pada Senin (12/06/2023).

Dia melanjutkan, dalam Perbup nantinya akan diatur mengenai peningkatan populasi, misalnya dengan menggunakan metode kawin suntik. Selain itu, akan ada penambahan populasi melalui pengimporan kerbau super dari wilayah lain, seperti Singosari dan Lumajang.

"Kami berharap dapat melakukan seleksi genetik, di mana kerbau super yang memiliki kualitas baik untuk makepung akan dibiarkan atau menggunakan sperma setro untuk kawin suntik. Selain itu, kami juga berharap agar kerbau super jantan di Jembrana tidak dikebiri sehingga dapat dikawinkan," ungkapnya.

Kasthama mengakui bahwa saat ini populasi kerbau super untuk makepung di Jembrana masih terbatas. Namun, upaya peningkatan populasi harus dilakukan. Salah satunya adalah melalui penyediaan bantuan seperti bantuan sosial berupa kerbau betina kepada sekaa atau kelompok di Jembrana. Selain itu, akan dilakukan pengimporan sperma kerbau super untuk kawin suntik.

"Hanya saja, anggaran dan pendukung lainnya masih dalam tahap persiapan dan perlu dibahas lebih lanjut. Kami berharap semuanya dapat berjalan dengan baik," harapnya.

Sebelumnya, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, mengakui bahwa kekhawatiran terkait ketersediaan bibit kerbau pacu untuk makepung di Jembrana telah muncul. Saat ini, bibit kerbau sudah sulit ditemukan di Jembrana sendiri. Hingga saat ini, sudah ada dua proposal yang diajukan untuk pengembangan bibit kerbau

Editor: Robby Patria

Reporter: Jimmy

Banner

Iklan Sponsor



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritajembrana.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Jembrana.
Ikuti kami